05/12/12

Laporan Praktikum Perubahan Fisika dan Kimia


Lembar Kegiatan Mahasiswa 1
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

A.      Tujuan Praktikum
Mengidentifikasi kegiatan yang termasuk perubahan fisika dan perubahan kimia.

B.       Dasar Teori
Perubahan suatu materi dapat terjadi secara fisis dan kimia.
Perubahan materi secara fisis (fisika) adalah perubahan materi yang hanya melibatkan perubahan pada sifat fisis suatu materi. Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru dan perubahannya bersifat sementara.
Perubahan materi secara kimia atau disebut perubahan kimia adalah perubahan materi yang melibatkan perubahan sifat materi secara kekal. Perubahan kimia menghasilkan zat baru.

C.      Alat dan Bahan
a.         Alat yang digunakan:
Nama Alat
Jumlah
Sendok
3 buah
Penjepit tabung reaksi
1 buah
Rak tabung reaksi
1 buah
Pembakar spiritus
1 buah
Kaki tiga
1 buah
Kasa
1 buah
Korek
1 buah
Spatula baja
1 buah
Tabung reaksi
3 buah
Pipet
1 buah
Gelas Kimia
1 buah


b.         Bahan yang digunakan:
Nama Bahan
Jumlah
Lilin
1 batang
Serbuk belerang
secukupnya
Gula pasir
secukupnya
Pita magnesium
1 lembar (5 cm)
Pita magnesium
1 potongan kecil
HCl 1 M
10 mL
Larutan KI
secukupnya
Larutan Pb(NO3)2
secukupnya

D.      Cara Kerja:
1.    Nyalakan lilin dan amati perubahan yang terjadi. Apakah lilin yang menyala menyerap atau melepaskan kalor?
2.    Bakar spatula baja ke dalam nyala api selama beberapa detik. Amati spatula itu. Apakah terbentuk zat baru pada lilin yang menyala?
3.    Masukkan potongan lilin ke dalam sebuah sendok. Dengan menggunakan penjepit, panaskan ujung sendok itu hingga lilin di dalamnya meleleh, kemudian biarkan sendok beserta isinya menjadi dingin. Apakah lilin yang meleleh dapat menghasilkan zat baru?
4.    Lakukan seperti cara kerja nomor 3, tetapi dengan menggunakan bahan:
a)    Gula pasir (dipanaskan sampai hangus)
b)   Serbuk belerang
Apakah pada kedua proses tersebut terbentuk zat baru?
(Perhatikan belerang yang terbakar tersebut. Cium bau gas yang terbentuk, gunakan cara mencium bau yang benar.
 
5.    Ambil pita magnesium sepanjang 5 cm. Jepit salah satu ujungnya, kemudian bakar ujung satunya dengan menggunakan nyala pembakar spiritus hingga mulai berpijar. Keluarkan pita magnesium yang berpijar dari nyala spiritus (dengan tetap dijepit). Jangan menatap langsung pita magnesium yang berpijar tersebut! Setelah pijarnya padam, amatilah abu yang terbentuk. Apakah abu tersebut sama dengan magnesium mula-mula?
 
6.    Masukkan potong kecil pita magnesium ke dalam  tabung reaksi yang telah diisi larutan HCl 1 M. Perhatikan dan amati peristiwa yang terjadi!
 
7.    Campurkanlah larutan KI dan Pb(NO3)2. Amati hasil reaksi yang terjadi!
 

E.       Tabel Pengamatan
No.
Data yang Diamati
Hasil Pengamatan
1.
Perubahan yang terjadi pada lilin yang menyala
-   Api menyebabkan lilin meleleh
-   Lilin semakin pendek
-   Termasuk perubahan fisika.
2.
Perubahan yang terjadi pada spatula baja yang dipanaskan
-   Muncul asap
-   Termasuk perubahan fisika.
3.
Perubahan yang terjadi pada potongan lilin yang dipanaskan pada sendok (saat masih panas sampai dingin)
-   Potongan lilin meleleh
-   Lilin kembali mengeras setelah dingin
-   Termasuk perubahan fisika.
4.
Perubahan yang terjadi pada serbuk belerang yang dipanaskan pada sendok
-   Tercium bau tidak sedap
-   Serbuk belerang berubah menjadi gas
-   Termasuk perubahan kimia.
5.
Perubahan yang terjadi pada gula pasir yang dipanaskan pada sendok
-  Gula mencair
-  Tercium bau hangus
-  Warna berubah menjadi cokelat tua
-  Termasuk perubahan kimia.
6.
Perubahan yang terjadi pada pita magnesium yang dibakar dalam nyala api spiritus
-  Muncul pijar dengan nyala sangat terang
-  Pita magnesium berubah menjadi abu
-  Termasuk perubahan kimia.
7.
Perubahan yang terjadi saat potongan pita magnesium dimasukkan ke dalam  larutan HCl 1 M
-  Muncul buih
-  Warna HCl menjadi agak putih
-  Suhu meningkat
-  Potongan pita magnesium lama-kelamaan menghilang
-  Termasuk perubahan kimia.
8.
Perubahan yang terjadi setelah pencampuran antara larutan KI dan larutan Pb(NO3)2
-  Warna larutan berubah menjadi kuning pekat
-  Terdapat endapan
-  Termasuk perubahan kimia.

F.       Analisis Data
Berdasarkan tabel pengamatan dari tujuh kegiatan yang telah dilakukan pada praktikum perubahan fisika dan perubahan kimia, dapat dijabarkan sebagai berikut.
Kegiatan 1 termasuk perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru dari lilin yang menyala. Lilin hanya berubah bentuk dari batang yang semula panjang menjadi pendek karena meleleh.
Kegiatan 2 termasuk perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru dari spatula yang dibakar pada nyala lilin. Muncul asap saat spatula dibakar, tetapi tidak menimbulkan perubahan pada spatula.
Kegiatan 3 termasuk perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru dari potongan lilin yang dipanaskan pada sendok. Perubahan bersifat sementara karena potongan lilin yang meleleh kembali mengeras menjadi lilin setelah dingin.
Kegiatan 4 termasuk perubahan kimia karena menghasilkan zat baru dari serbuk belerang yang dipanaskan pada sendok. Setelah dipanaskan beberapa saat, serbuk belerang sedikit demi sedikit menghilang dan berubah menjadi gas. Gas tersebut memiliki bau yang tidak sedap
Kegiatan 5 termasuk perubahan kimia karena menghasilkan zat baru dari gula pasir yang dipanaskan pada sendok. Lama-kelamaan gula meleleh, warnanya berubah menjadi cokelat tua, dan tercium bau hangus.
Kegiatan 6 termasuk perubahan kimia karena menghasilkan zat baru dari pita magnesium yang dibakar dalam nyala api spiritus. Pita magnesium berubah menjadi abu setelah berpijar dengan sangat terang saat dibakar.
Kegiatan 7 termasuk perubahan kimia karena menghasilkan zat baru dari potongan pita magnesium dimasukkan ke dalam  larutan HCl 1 M. Muncul buih ketika pita magnesium dimasukkan ke dalam larutan HCl dan warna menjadi agak putih (keruh). Suhu dalam tabung reaksi meningkat, tabung reaksi panas ketika dipegang. Lama-kelamaan potongan pita magnesium menghilang karena larut dalam HCl.

G.      Pembahasan
Hal yang pertama dilakukan yaitu menyalakan lilin dan mengamati perubahan yang terjadi. Selanjutnya membakar spatula baja ke dalam nyala api selama beberapa detik dan mengamati spatula itu.
Langkah ketiga yaitu memasukkan potongan lilin ke dalam sendok yang dipanaskan dan mengamati perubahan yang terjadi sampai sendok dan isinya menjadi dingin. Langkah keempat yaitu memanaskan gula pasir di dalam sendok dan mengamati perubahan yang terjadi. Langkah kelima yaitu memanaskan serbuk belerang di dalam sendok dan mengamati perubahan yang terjadi.
Langkah kelima yaitu mengambil pita magnesium sepanjang 5 cm dan membakar salah satu ujungnya hingga berpijar. Selanjutnya mengamati perubahan setelah pijarnya padam. Langkah keenam yaitu memasukkan potong kecil pita magnesium ke dalam  tabung reaksi yang telah diisi larutan HCl 1 M dan mengamati perubahan yang terjadi. Langkah ketujuh yaitu mencampurkan larutan KI dan Pb(NO3)2 serta mengamati reaksi yang terjadi.
Pertanyaan:
1.    Kelompokkan proses-proses yang terjadi pada kegiatan di atas ke dalam perubahan fisika atau perubahan kimia!
2.    Jelaskanlah ciri-ciri dari perubahan fisika dan kimia?
3.    Jelaskan yang menjadi dasar pengelompokan tersebut!
4.    Tuliskanlah persamaan reaksi yang terjadi dari percobaan yang telah dikerjakan!
5.    Berikanlah masing-masing dua buah percobaan sederhana yang mungkin dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana, sehingga dapat menunjukan perbedaan antara perubahan kimia dan perubahan fisika. Lalu berikan argumen/penjelasan terhadap percobaan tersebut.
Jawaban:
1.    Kegiatan yang termasuk Perubahan Fisika:
-     Perubahan yang terjadi pada lilin yang menyala.
-     Perubahan yang terjadi pada spatula baja yang dipanaskan.
-     Perubahan yang terjadi pada potongan lilin yang dipanaskan pada sendok.
Kegiatan yang termasuk Perubahan Kimia:
-     Perubahan yang terjadi pada serbuk belerang yang dipanaskan pada sendok.
-     Perubahan yang terjadi pada gula pasir yang dipanaskan pada sendok.
-     Perubahan yang terjadi pada pita magnesium yang dibakar dalam nyala api spiritus.
-     Perubahan yang terjadi saat potongan pita magnesium dimasukkan ke dalam larutan HCl 1 M.
-     Perubahan yang terjadi setelah pencampuran antara larutan KI dan larutan Pb(NO3)2.
2.    Ciri Perubahan Fisika yaitu tidak menghasilkan zat baru.
Ciri Perubahan Kimia, yaitu: mengalami perubahan warna, menghasilkan bau (gas), membentuk endapaan, mengalami perubahan suhu, dan menghasilkan zat baru.
3.    Pengelompokkan tersebut didasarkan pada ciri-ciri perubahan yang terjadi pada materi-materi yang dicobakan.
4.    Persamaan reaksi
o  Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
o  2KI + Pb(NO3)2 → PbI2 + 2KNO3
5.    Percobaan sederhana tentang Perubahan Kimia
a.    Percobaan Pertama
o  Tujuan Praktikum
Mengamati perubahan yang terjadi pada sepotong roti.
o  Alat dan Bahan
-     Roti tawar
-     Piring
o  Cara Kerja
-     Ambil sepotong roti tawar, lalu simpan di atas piring.
-     Amati keadaan awal roti.
-     Catat perubahan yang terjadi pada roti dari hari ke hari.
o  Tabel Pengamatan
No.
Hari ke-
Perubahan yang Terjadi
1.
1

2.
2

3.
3

4.
4

5.
5


b.    Percobaan Kedua
o  Tujuan Praktikum
Mengamati perubahan yang terjadi pada paku.
o  Alat dan Bahan
-     Paku besi
-     Gelas
-     Air
o  Cara Kerja
-     Masukkan paku pada gelas yang telah diisi air.
-     Amati keadaan awal paku.
-     Catat perubahan yang terjadi pada paku dari hari ke hari.
o  Tabel Pengamatan
No.
Hari ke-
Perubahan yang Terjadi
1.
1

2.
2

3.
3

4.
4

5.
5

6.
6

7.
7


Percobaan sederhana tentang Perubahan Fisika
a.    Percobaan Pertama
o  Tujuan Praktikum
Mengamati perubahan yang terjadi pada cokelat blok.
o  Alat dan Bahan
-     Sendok
-     Lilin
-     Korek
-     Cokelat blok
o  Cara Kerja
-     Panaskan sendok yang berisi potongan cokelat blok di atas lilin yang menyala.
-     Amati perubahan yang terjadi pada potongan cokelat tersebut. Bagaimana keadaan cokelat?
-     Setelah dipanaskan, diamkan selama beberapa saat sampai cokelat menjadi dingin. Apakah yang terjadi?
b.    Percobaan Kedua
o  Tujuan Praktikum
Mengamati perubahan yang terjadi pada es krim.
o  Alat dan Bahan
-     Es krim cup
o  Cara Kerja
-     Simpan es krim cup di atas meja, diamkan pada suhu kamar.
-     Tunggu selama beberapa jam (± 2 jam).
-     Amati perubahan yang terjadi pada es krim. Bagaimana keadaan es krim?
-     Masukkan kembali es krim cup tersebut ke dalam freezer dan tunggu beberapa jam.
-     Amati perubahan yang terjadi pada es krim setelah dimasukkan ke dalam freezer.

H.      Kesimpulan
Perubahan fisika adalah perubahan yang bersifat sementara. Kegiatan yang termasuk perubahan fisika antara lain:
-     Perubahan pada lilin yang menyala.
-     Perubahan pada spatula baja yang dipanaskan.
-     Perubahan pada potongan lilin yang dipanaskan pada sendok.
Ciri-ciri perubahan fisika yaitu tidak menghasilkan zat baru. Bau, suhu, wujud, dan warna materi tidak berubah serta tidak menghasilkan endapan.
Perubahan kimia adalah perubahan yang melibatkan sifat materi secara kekal. Kegiatan yang termasuk Perubahan Kimia:
-     Perubahan pada serbuk belerang yang dipanaskan pada sendok.
-     Perubahan pada gula pasir yang dipanaskan pada sendok.
-     Perubahan pada pita magnesium yang dibakar dalam nyala api spiritus.
-     Perubahan pada potongan pita magnesium dimasukkan ke dalam larutan HCl 1 M.
-     Perubahan yang terjadi setelah pencampuran antara larutan KI dan larutan Pb(NO3)2.
Ciri-ciri perubahan kimia, yaitu: mengalami perubahan warna, menghasilkan bau (gas), membentuk endapaan, mengalami perubahan suhu, dan menghasilkan zat baru.

I.         Daftar Pustaka
Hamdu, G. (2012). Perubahan Materi.

J.        Lembar Komentar
Kegiatan-kegiatan praktikum tersebut dapat dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) karena tidak terlalu sukar untuk siswa SD. Siswa dapat melakukan beberapa praktikum tersebut secara berkelompok. Namun, beberapa praktikum yang memakai api dan zat-zat kimia sebaiknya didemonstrasikan oleh guru karena dikhawatirkan dapat membahayakan siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar